Kemegahan Ruang Sa’i di Masjidil Haram

Mas’a Modern: Kemegahan Ruang Sa’i di Masjidil Haram (Antara Tradisi & Teknologi)

Sahabat Perjalanan, Bagi jamaah yang pernah berumroh di tahun 90-an atau awal 2000-an, dan kembali lagi sekarang, pemandangan Mas’a (tempat Sa’i) mungkin akan membuat pangling.

Tempat yang dulu mungkin terasa sempit dan semi-terbuka, kini telah berubah menjadi galeri multi-lantai yang sangat megah, modern, dan sejuk.

Pertanyaan yang sering muncul di benak jamaah (terutama pemula) adalah: “Apakah ini masih tempat yang sama? Sah-kah ibadah Sa’i saya di tempat semegah ini?”

Mas’a Modern, Apakah Masih Tempat yang Sama?

Jawaban singkatnya: Ya, 100% masih tempat yang sama, dan ibadah Sa’i Anda 100% SAH.

  • Tempat yang Sama: Ruang Sa’i modern (disebut Mas’a) adalah tempat yang sama persis (secara geografis) antara bukit Shafa dan bukit Marwah, tempat Siti Hajar berlari.
  • Perbedaannya: Tempat ini telah diperluas (perluasan) secara masif oleh pemerintah Arab Saudi dan dilengkapi teknologi modern (multi-lantai, AC penuh, lantai marmer) untuk menampung jutaan jamaah dan memberikan kenyamanan

Sejarah Singkat Perluasan Mas’a (Tempat Sa’i)

Untuk menghargai kenyamanan hari ini, kita perlu memahami sejarahnya.

1. Tradisi: Lintasan Sempit di Luar Masjid

Dahulu kala (bahkan hingga era 1950-an), lintasan Sa’i (Mas’a) adalah sebuah jalur sempit berkerikil yang posisinya berada di luar bangunan Masjidil Haram yang lama. Jamaah yang Sa’i harus berdesakan dengan pedagang di pasar yang ada di antara kedua bukit tersebut.

2. Modern: Galeri Megah di Dalam Masjid

Melalui proyek perluasan besar-besaran (dimulai Raja Saud dan disempurnakan di era Raja Abdullah dan Raja Salman), Mas’a kini disatukan ke dalam bangunan Masjidil Haram. Tempat ini diubah menjadi galeri 4 lantai yang sangat megah, bersih, dan nyaman.

5 Fitur Teknologi & Modern di Ruang Sa’i (Mas’a) Saat Ini

Berdasarkan pengalaman kami, fasilitas modern ini dirancang murni untuk kenyamanan fisik Anda sebagai tamu Allah:

1. Lintasan Multi-Lantai (4 Lantai)

Untuk memecah kepadatan ekstrem (terutama di musim Haji atau Ramadhan), Sa’i kini bisa dilakukan di beberapa lantai: Lantai Dasar, Lantai 1, Lantai 2 (Mezzanine), dan Lantai Atap (Dak).

2. Pendingin Udara (AC) Sentral Penuh

Seluruh galeri Mas’a (kecuali lantai atap yang terbuka) kini dilengkapi AC sentral yang sangat sejuk. Ini membuat ibadah Sa’i (yang jaraknya 3,15 km) tidak lagi melelahkan karena cuaca panas Makkah.

3. Lantai Marmer Sejuk dan Jalur Khusus

Lantai marmer yang mewah tidak hanya indah, tapi juga dijaga tetap sejuk dan bersih 24 jam. Terdapat juga jalur khusus di tengah lintasan untuk jamaah lansia atau yang berjalan lambat, agar tidak tertabrak oleh jamaah yang berlari kecil.

4. Fasilitas Kursi Roda dan Skuter Listrik (Teknologi Aksesibilitas)

Ini adalah teknologi terbaik untuk jamaah lansia atau yang uzur. Mas’a memiliki lintasan khusus (biasanya di Lantai 1 atau 2/Mezzanine) yang didedikasikan untuk skuter listrik (yang bisa Anda sewa) dan jasa dorong kursi roda resmi.

5. Pilar Hijau (Lampu Neon Modern)

Tanda herwalah (lari kecil bagi pria) yang dulunya pilar batu, kini diganti dengan lampu neon hijau panjang di dinding dan langit-langit. Ini membuatnya sangat jelas terlihat oleh jamaah pria dari jarak jauh.

Menjawab Keraguan Fiqih: Sahkah Sa’i di Lantai Atas (Lantai 2, 3, 4)?

Ini adalah pertanyaan fiqih yang sering kami terima. “Apakah sah Sa’i saya jika saya tidak menginjak tanah asli Shafa dan Marwah di lantai dasar?”

Ya, 100% SAH. Para ulama besar dan Dewan Fatwa Arab Saudi telah menetapkan bahwa seluruh area perluasan (termasuk perluasan vertikal/ke atas) masih berada dalam koridor syar’i (hukum) “antara Shafa dan Marwah”. Perluasan vertikal ini adalah rukhsah (keringanan) yang dibenarkan syariat untuk mengatasi kepadatan ekstrem dan memberikan kemudahan bagi umat Islam.

Antara Tradisi dan Teknologi: Menjaga Kekhusyukan

Sahabat Perjalanan,

  • Teknologi (AC, lantai marmer, skuter listrik) adalah fasilitas untuk membantu fisik kita agar tidak kelelahan.
  • Tradisi (kisah Siti Hajar) adalah ruh untuk hati kita agar tetap khusyuk.

Pesan Kunci : Gunakan fasilitas modern ini untuk membuat fisik Anda nyaman. Sehingga, hati Anda bisa lebih fokus merenungi makna perjuangan, doa, dan tawakal Siti Hajar. Jangan sampai kemegahan teknologi ini justru membuat kita lalai (sibuk ber-selfie) dan lupa pada esensi ibadah.

Rasakan kenyamanan ibadah Sa’i di fasilitas Mas’a modern dengan bimbingan Muthawif kami yang memahami setiap sudut dan fasilitasnya.

Lihat Paket Umroh kami, dan pahami panduan lengkapnya di  Sa’i: Perjalanan Iman dari Shafa ke Marwah.

Pertanyaan Umum (FAQ)

  1. Ada berapa lantai tempat Sa’i (Mas’a) sekarang?

    Saat ini (setelah perluasan besar-besaran), Mas’a terdiri dari 4 lantai utama yang bisa digunakan jamaah: Lantai Dasar, Lantai 1, Lantai 2 (Mezzanine, sering untuk Kursi Roda/Skuter), dan Lantai Atap (Dak).

  2. Apakah Sa’i di lantai atas lebih jauh jaraknya?

    Ya, secara teknis sedikit lebih jauh (beberapa meter) karena lintasannya di lantai atas sedikit lebih lebar (mengikuti arsitektur) dibandingkan Lantai Dasar. Namun, ini tetap 100% sah.

  3. Apakah Sa’i pakai skuter listrik itu sah?

    Ya, sah. Mayoritas ulama membolehkannya, terutama bagi jamaah yang memiliki uzur (alasan syar’i) seperti lansia, sakit, cidera, atau kelelahan berat. Ini di-qiyaskan (disamakan) dengan Sa’i menggunakan tandu atau kursi roda yang dibolehkan.

Share:
Perencanaan & Persiapan
Panduan Umroh
Panduan Haji
Ziarah