Sahabat Perjalanan, Setiap ziarah di Madinah adalah perjalanan menelusuri sejarah. Namun, ada satu tempat yang bukan sekadar sejarah, melainkan titik awal dari sejarah itu sendiri. Tempat itu adalah Masjid Quba.
Saat Anda berdiri di pelatarannya, sadarilah bahwa Anda sedang berdiri di tanah yang sama, tempat pertama kali Rasulullah ﷺ bersujud di Madinah setelah perjalanan hijrah beliau yang penuh perjuangan.
Apa Sejarah Singkat Masjid Quba?
Secara ringkas, sejarah Masjid Quba adalah:
- Ini adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam.
- Masjid ini didirikan langsung oleh Rasulullah ﷺ pada hari-hari pertama beliau tiba di Madinah (saat itu masih Yatsrib) dalam perjalanan Hijrah dari Makkah.
- Fondasi masjid ini begitu mulia sehingga dipuji langsung oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 108) sebagai “masjid yang didirikan di atas dasar Takwa.”
Momen Tiba di Quba: Akhir Perjalanan Hijrah yang Melelahkan
Untuk memahami Masjid Quba, kita harus kembali ke momen penuh haru di tahun 622 Masehi.
1. Kedatangan Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq
Setelah perjalanan hijrah yang panjang, berbahaya, dan melelahkan dari Makkah, Rasulullah ﷺ dan Sahabat setianya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, akhirnya tiba di pinggiran Yatsrib. Tempat pertama yang beliau singgahi adalah desa Quba (terletak sekitar 5 km di selatan Madinah).
2. Sambutan Haru Kaum Anshar
Penduduk Quba (dari Bani Amr bin Auf) dan kaum Anshar yang telah lama menantikan kedatangan sang Nabi, menyambut beliau dengan gema takbir. Diriwayatkan, syair legendaris Thala’al Badru ‘Alayna (Telah muncul bulan purnama di atas kami) dikumandangkan oleh anak-anak Madinah saat menyambut beliau. Suasana penuh haru, syukur, dan kebahagiaan.
3. Singgah di Rumah Kultsum bin Hadm
Rasulullah ﷺ singgah dan bertamu di rumah seorang Sahabat Anshar dari Bani Amr bin Auf yang bernama Kultsum bin Hadm.
Peletakan Batu Pertama: Fondasi Takwa dan Ukhuwah
Inilah pelajaran leadership dan spiritualitas pertama yang Rasulullah ﷺ ajarkan di Madinah.
1. Prakarsa Pembangunan Masjid
Berdasarkan pengalaman kami, inilah hal yang paling menggetarkan. Hal pertama yang Rasulullah ﷺ pikirkan dan bangun bukanlah rumah untuk beliau beristirahat, bukan pula pasar untuk ekonomi. Hal pertama yang beliau dirikan adalah MASJID.
Beliau ingin fondasi komunitas baru (masyarakat Madani) ini dibangun di atas ketakwaan (Takwa) kepada Allah SWT.
2. Kisah Peletakan Batu Pertama (Simbol Kebersamaan)
Diriwayatkan, Rasulullah ﷺ sendiri yang mengambil batu pertama dan meletakkannya di arah kiblat (saat itu masih menghadap Baitul Maqdis, Palestina).
Beliau kemudian meminta Abu Bakar Ash-Shiddiq RA meletakkan batu di sampingnya. Lalu, Umar bin Khattab RA. Lalu, Utsman bin Affan RA. Ini adalah simbol abadi persatuan para Khulafaur Rasyidin (pemimpin besar) dalam membangun fondasi iman.
3. Gotong Royong Muhajirin dan Anshar
Pembangunan masjid ini adalah proyek ukhuwah (persaudaraan) pertama. Kaum Muhajirin (pendatang dari Makkah) dan Anshar (penolong dari Madinah) bekerja bahu-membahu, mengangkut batu dan pelepah kurma dengan suka cita.
- Fondasi takwa dan persaudaraan inilah Makna Spiritual Masjid Quba.
Pujian dari Langit: Masjid Takwa dalam Al-Qur’an
Keistimewaan dan kesucian niat pembangunan Masjid Quba terkonfirmasi langsung oleh Allah SWT. Allah memuji masjid ini dalam Al-Qur’an, Surat At-Taubah ayat 108:
“…Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya…”
Ayat ini turun sebagai pujian bagi Masjid Quba dan jamaahnya yang suka bersuci, sekaligus membedakannya dari Masjid Dhirar (masjid tandingan) yang dibangun kaum munafik untuk memecah belah umat.
- Pujian ini adalah bagian dari Keutamaan Masjid Quba dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Perkembangan Arsitektur Masjid Quba (Dari Sederhana Hingga Megah)
- Tradisi: Awalnya, masjid ini sangat sederhana. Dibangun dari tumpukan batu-batu, tiangnya dari batang kurma, dan atapnya dari pelepah kurma.
- Modern: Masjid ini telah mengalami berkali-kali renovasi dan perluasan besar-besaran, dimulai dari era Khalifah Utsman bin Affan RA, hingga renovasi megah oleh Kerajaan Arab Saudi. Kini, ia menjadi bangunan megah berwarna putih dengan 4 menara tinggi, 1 kubah utama, dan puluhan kubah kecil, yang bisa menampung ribuan jamaah.
- Lihat kemegahannya di: Arsitektur Masjid Quba: Harmoni Tradisi dan Kemegahan.
Solusi Surya Haromain: Ziarah Sejarah yang Menghayati
Sahabat Perjalanan, Ziarah ke Masjid Quba bukan sekadar mengunjungi bangunan tertua. Ini adalah “menyentuh” batu pertama peradaban Islam. Ini adalah merasakan semangat hijrah.
Berdasarkan pengalaman kami, ibadah (shalat 2 rakaat) di Masjid Quba akan terasa jauh lebih khusyuk jika Anda memahami kisah dan perjuangan di baliknya.
Tim Muthawif (pembimbing) kami yang berilmu akan menceritakan kisah Hijrah dan peletakan batu pertama ini langsung di lokasi saat perjalanan ziarah. Kami tidak hanya mengantar Anda berfoto, kami membantu Anda merasakan getaran iman dan perjuangan Rasulullah ﷺ di jejak pertama beliau di kota suci ini.
- Sejarah ini adalah fondasi dari: Masjid Quba: Masjid Pertama yang Didirikan Rasulullah ﷺ.
Rasakan getaran iman di tempat pertama Rasulullah ﷺ bersujud di Madinah. Dapatkan bimbingan ziarah yang penuh makna sejarah (bukan sekadar foto-foto) bersama kami.
Lihat Paket Umroh Reguler kami, atau jelajahi semua Ziarah kami.
Pertanyaan Umum (FAQ)
-
Siapa yang meletakkan batu pertama Masjid Quba?
Rasulullah ﷺ sendiri yang meletakkan batu pertamanya. Kemudian diikuti oleh para sahabat utama, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar bin Khattab RA, dan Utsman bin Affan RA.
-
Berapa lama Nabi Muhammad ﷺ singgah di Quba?
Para ahli sejarah (Sirah) menyebutkan riwayat yang berbeda-beda. Riwayat yang paling masyhur berkisar antara 14 hari hingga 22 hari, sambil menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib RA dari Makkah.
-
Masjid Quba dibangun tahun berapa?
Dibangun pada tahun pertama Hijriah (sekitar 622 Masehi), bertepatan dengan hari-hari pertama kedatangan Rasulullah ﷺ di Madinah. Ini menjadikannya masjid pertama yang didirikan dalam sejarah Islam.