Setelah melalui malam penuh ibadah di Muzdalifah, perjalanan puncak ibadah haji Anda berlanjut menuju Mina pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah. Hari ini dikenal sebagai Yaumun Nahr atau Hari Penyembelihan, sebuah hari yang sangat agung dan padat dengan amalan-amalan penting.
Memahami urutan dan tata cara amalan di hari ini adalah kunci kelancaran ibadah Anda. Panduan ini kami susun untuk menuntun Anda langkah demi langkah melalui setiap prosesi penting di hari pertama Anda di Mina.
Tiba di Mina dan Amalan Pertama
Setibanya di perkemahan Mina, amalan pertama dan utama yang menjadi fokus Anda adalah bersiap untuk melontar Jumrah Aqabah. Perjalanan dari Muzdalifah ke Mina adalah momen di mana Anda dianjurkan untuk terus mengumandangkan talbiyah.
Namun, penting untuk diingat, sunnahnya adalah berhenti membaca talbiyah tepat saat Anda akan memulai lemparan pertama di Jumrah Aqabah.
Panduan Lengkap Melontar Jumrah Aqabah (Wajib Haji)
Melontar Jumrah Aqabah adalah salah satu dari Wajib Haji dan merupakan amalan inti pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Waktu Pelaksanaan
Waktu yang paling utama (afdhal) untuk melontar Jumrah Aqabah adalah pada waktu Dhuha. Namun, waktunya yang sah terbentang luas sejak fajar menyingsing pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Tata Cara (Step-by-Step)
- Pastikan Anda membawa 7 butir kerikil yang telah dikumpulkan di Muzdalifah.
- Berjalanlah menuju pilar Jumrah Aqabah (pilar yang paling besar dan paling dekat dengan Makkah).
- Posisikan diri Anda sehingga Makkah berada di sebelah kiri Anda dan Mina di sebelah kanan Anda.
- Ambil satu per satu kerikil, lalu lemparkan ke arah pilar hingga yakin masuk ke dalam lubang (marma).
- Setiap kali melempar satu kerikil, ucapkan takbir: “Allahu Akbar”.
- Ulangi proses ini hingga ketujuh kerikil selesai dilemparkan.
Memahami Tahallul Awal (Mencukur Rambut)
Setelah Anda selesai melontar Jumrah Aqabah, Anda diperbolehkan untuk melakukan Tahallul Awal.
- Definisi: Tahallul Awal adalah proses membebaskan diri dari sebagian larangan ihram.
- Cara Pelaksanaan: Dengan mencukur atau memotong minimal tiga helai rambut. Bagi laki-laki, yang lebih utama (afdhal) adalah mencukur habis (gundul).
- Konsekuensi: Setelah bertahallul awal, semua larangan ihram menjadi halal bagi Anda, kecuali berhubungan suami istri.
Panduan Mewakilkan Lempar Jumrah (Badal Lontar) yang Benar
Bagi jemaah yang memiliki uzur syar’i (sakit, sangat tua, lemah), diperbolehkan untuk mewakilkan (badal) kewajiban melontarnya kepada orang lain.
Penting: Berikut adalah tata cara badal lontar yang benar:
- Seorang wakil (yang akan melempar) tiba di lokasi Jamarat.
- Ia melempar untuk dirinya sendiri terlebih dahulu sebanyak 7 kali lemparan.
- Setelah selesai, barulah ia melempar untuk orang yang diwakilkannya sebanyak 7 kali lemparan di pilar yang sama.
Kesimpulan: Menyelesaikan Rangkaian Amalan Hari Nahr
Tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari yang sibuk namun penuh berkah. Dengan menyelesaikan lontaran Jumrah Aqabah dan bertahallul awal, Anda telah menyelesaikan salah satu tahapan paling penting di Mina. Setelah ini, Anda akan bersiap untuk amalan agung berikutnya, yaitu Thawaf Ifadhah, sebelum kembali ke Mina untuk mabit.
Untuk panduan manasik lainnya, silakan jelajahi koleksi artikel di blog kami.