Doa dan Dzikir Sa'i Sesuai Sunnah

Doa dan Dzikir Sa’i Sesuai Sunnah (Lengkap dari Shafa ke Marwah)

Sahabat Perjalanan, Setelah menyelesaikan Thawaf, kita akan bersiap untuk Sa’i. Salah satu pertanyaan paling umum dan sering membuat cemas jamaah pemula adalah:

“Doa apa yang harus saya baca saat Sa’i? Saya tidak hafal doa-doa panjang dalam bahasa Arab.”

Kami di Surya Haromain (sebagai Pemandu Ibadah Anda) ingin memulai panduan ini dengan satu kabar baik yang menenangkan.

Bacaan Apa yang Dibaca Saat Sa’i?

Kabar baik pertama: Tidak ada doa atau dzikir yang diwajibkan secara khusus untuk dibaca selama Anda berjalan kaki 7 kali bolak-balik.

  • Solusi Terbaik : Anda sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir yang Anda hafal (misal: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar) atau berdoa (meminta apa saja) dalam bahasa Indonesia (atau bahasa ibu Anda). Ibadah Sa’i adalah waktu mustajab untuk mencurahkan isi hati.
  • Sunnah Nabi: Namun, ada bacaan sunnah (dianjurkan) yang dicontohkan Rasulullah ﷺ di 3 tempat spesifik: (1) Saat pertama kali tiba di Shafa, (2) Saat berada di atas bukit Shafa & Marwah, dan (3) Saat berlari kecil di pilar hijau.

Berikut adalah panduan lengkapnya.

1. Bacaan Sunnah Saat Memulai di Bukit Shafa

Ini adalah bagian terpenting untuk memulai Sa’i Anda.

1. Saat Mendekati Shafa (Dibaca Satu Kali Saja)

Sesaat sebelum naik ke bukit Shafa untuk memulai putaran pertama, disunnahkan membaca firman Allah (QS. Al-Baqarah: 158). Cukup dibaca satu kali ini saja, tidak perlu diulang di putaran berikutnya.

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

“Innas-shafaa wal marwata min sya’aairillah…” (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah…).

2. Saat Berada di Atas Shafa (Menghadap Ka’bah)

Ini adalah bacaan utama yang diulang setiap kali Anda tiba di Shafa (dan Marwah). Saat tiba di Shafa, naiklah sedikit hingga bisa melihat Ka’bah (jika memungkinkan), lalu:

  1. Menghadap Ka’bah, angkat kedua tangan Anda.
  2. Bertakbir 3x (“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”).
  3. Membaca Doa Tauhid 3x:

“Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.” (Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”)

  1. Berdoa Personal (Paling Penting): Di antara (setelah) bacaan-bacaan tersebut, berdoalah mengangkat tangan meminta apa saja yang Anda inginkan. Minta ampunan, rezeki, jodoh, kesembuhan untuk keluarga. Inilah waktu mustajab.
  2. Ulangi (Takbir, Doa Tauhid, Doa Personal) ini sebanyak 3 kali.

Langkah ini adalah bagian krusial dari: Panduan Lengkap Tata Cara Sa’i Sesuai Sunnah.

2. Bacaan Sunnah Saat Berlari Kecil (Antara Pilar Hijau)

Saat Anda (khusus jamaah pria) berlari-lari kecil (herwalah) di antara dua pilar/lampu hijau, disunnahkan (dianjurkan) membaca doa ini:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

“Rabbighfir warham, wa antal a’azzul akram.”

(Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dan berilah rahmat, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia.”)

3. Bacaan Selama Perjalanan (Saat Berjalan Kaki)

Ini adalah jawaban atas kecemasan terbesar jamaah.

Tidak Ada Doa Wajib (Poin Terpenting)

Saat Anda berjalan kaki 450 meter dari Shafa ke Marwah (atau sebaliknya), tidak ada doa wajib. Jangan khawatir atau merasa “kosong” jika Anda tidak memegang buku doa.

Anda bebas memilih ibadah lisan yang paling membuat Anda khusyuk:

  • Berdzikir: (Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar).
  • Tilawah: Membaca (muraja’ah) hafalan Al-Qur’an Anda.
  • Berdoa Personal: Ini adalah pilihan terbaik.

Mengapa Doa Personal (Bahasa Indonesia) Justru Lebih Khusyuk?

Berdasarkan pengalaman kami, banyak jamaah yang terlalu fokus membaca buku panduan doa (dalam bahasa Arab) saat berjalan. Akibatnya, mereka lupa sedang ber-Sa’i. Mereka sibuk membaca, tapi hati dan pikirannya tidak merasa.

Ingat, Sa’i adalah ibadah meneladani Siti Hajar yang sedang berlari panik sambil memohon (berdoa) kepada Allah.

Makna doa adalah meminta. Akan jauh lebih khusyuk jika Anda berjalan sambil berdoa dalam bahasa Indonesia (atau bahasa ibu Anda), meminta dengan sungguh-sungguh apa yang Anda pahami dan rasakan dari lubuk hati Anda.

Solusi Surya Haromain: Bimbingan Doa yang Menenangkan, Bukan Memberatkan

Kami paham, jamaah pemula cemas takut salah dan tidak hafal doa-doa panjang.

Solusi : Muthawif (pembimbing) kami tidak akan memaksa Anda menghafal doa yang rumit. Saat Sa’i, kami akan memimpin dzikir bersama secara kolektif (agar tetap semangat dan khusyuk), dan (yang terpenting) kami akan memberi Anda waktu hening di setiap putaran untuk Anda berdoa personal, menangis, dan merenung dalam bahasa Anda sendiri.

Fokus kami adalah kekhusyukan hati Anda, bukan sekadar hafalan lisan Anda.

Ibadah yang khusyuk lahir dari hati yang paham dan tulus, bukan sekadar lisan yang hafal. Rasakan bimbingan Sa’i yang menenangkan dan khusyuk bersama kami.

Lihat Paket Umroh kami, dan pahami panduan lengkapnya di Sa’i: Perjalanan Iman dari Shafa ke Marwah.

Pertanyaan Umum (FAQ)

  1. Apakah saya harus membawa buku panduan doa saat Sa’i?

    Tidak wajib. Jauh lebih utama (afdhal) Anda fokus berdzikir dari hati atau berdoa secara personal (dalam bahasa Indonesia) yang Anda pahami maknanya. Sibuk membolak-balik buku justru sering menghilangkan kekhusyukan dan membuat Anda lupa hitungan.

  2. Apa doa yang dibaca saat melihat pilar hijau?

    Bacaan yang disunnahkan (dianjurkan) adalah: “Rabbighfir warham, wa antal a’azzul akram.” (Artinya: “Ya Tuhanku, ampuni dan rahmati, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia”).

  3. Apa doa saat selesai Sa’i di bukit Marwah (putaran ke-7)?

    Tidak ada doa penutup khusus yang disunnahkan oleh Rasulullah ﷺ. Cukup tutup dengan doa syukur pribadi Anda dalam bahasa Anda sendiri, lalu Anda bisa melanjutkan untuk rukun terakhir, yaitu Tahallul (cukur).

Share:
Perencanaan & Persiapan
Panduan Umroh
Panduan Haji
Ziarah