Setelah menyelesaikan prosesi puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah haji akan memasuki salah satu tahapan paling menentukan dalam keseluruhan manasik haji: Thawaf Ifadhah. Ini bukan sekadar ritual berjalan mengelilingi Ka’bah, melainkan sebuah gerak spiritual yang menjadi penanda selesainya sebagian besar rukun dan larangan dalam ibadah haji.

Di Surya Haromain, kami memahami betapa krusialnya momen ini. Oleh karena itu, kami menyusun panduan ini untuk memastikan Anda dapat melaksanakan Thawaf Ifadhah dengan pemahaman yang mendalam, sah, dan penuh kekhusyukan.

Apa Itu Thawaf Ifadhah?

Tawaf Ifadah adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh setiap jemaah. Kata “Ifadhah” sendiri berarti “bertolak” atau “berbondong-bondong”, menggambarkan pergerakan jemaah dari Mina kembali ke Masjidil Haram untuk menunaikan thawaf ini.

Secara teknis, pelaksanaannya adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran, berlawanan dengan arah jarum jam. Gerakan ini dimulai dari dan diakhiri pada garis sejajar Hajar Aswad. Gerak kosmik ini melambangkan penyatuan seorang hamba dengan orbit ketaatan universal, di mana hati menjadi pusatnya, sama seperti Ka’bah yang menjadi pusat bagi raga.

Waktu Pelaksanaan Thawaf Ifadhah

Waktu utama (afdhal) untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah adalah pada tanggal 10 Dzulhijjah, setelah jemaah menyelesaikan prosesi lempar Jumrah Aqabah di Mina dan melakukan tahallul awal (mencukur rambut).

Namun, Islam memberikan kemudahan sehingga waktu pelaksanaannya dapat diperpanjang. Jemaah dapat melaksanakannya pada hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) atau bahkan setelahnya, namun dianjurkan untuk menyelesaikannya sebelum berakhirnya bulan Dzulhijjah. Pelaksanaan di hari Tasyrik biasanya berkaitan dengan rencana jemaah apakah akan mengambil Nafar Awal atau Nafar Tsani saat berada di Mina.

Syarat Sah Thawaf Ifadhah

Agar Thawaf Ifadhah Anda sah dan diterima, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi:

  1. Suci dari Hadats: Jemaah harus dalam keadaan berwudhu (suci dari hadats kecil) dan suci dari hadats besar (seperti haid, nifas, atau junub).
  2. Menutup Aurat: Pakaian yang dikenakan harus suci dan menutup aurat sesuai syariat.
  3. Telah Melaksanakan Wukuf: Syarat mutlaknya adalah jemaah telah menyelesaikan wukuf di Arafah. Thawaf Ifadhah tidak sah jika dilakukan sebelum wukuf.
  4. Dilakukan di Dalam Masjidil Haram: Thawaf harus dilakukan di sekitar Ka’bah, di dalam area Masjidil Haram.

Tata Cara Pelaksanaan Thawaf Ifadhah

Berikut adalah urutan langkah demi langkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah dengan benar:

  1. Berniat: Sebelum memulai, berdirilah menghadap Ka’bah sejajar dengan Hajar Aswad, lalu lafazkan niat dalam hati untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah karena Allah SWT.
  2. Memulai Putaran Pertama: Mulai bergerak mengelilingi Ka’bah (berlawanan arah jarum jam), dengan posisi Ka’bah berada di sisi kiri Anda. Disunnahkan untuk menyentuh atau mencium Hajar Aswad jika memungkinkan, atau cukup memberikan isyarat dengan tangan.
  3. Melakukan Tujuh Putaran: Selesaikan tujuh putaran penuh. Setiap kali melewati Rukun Yamani, disunnahkan untuk mengusapnya jika memungkinkan dan membaca doa sapu jagat.
  4. Berdoa dan Berdzikir: Selama thawaf, perbanyaklah doa, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an. Tidak ada doa khusus yang wajib, sehingga Anda bebas memanjatkan doa pribadi.
  5. Shalat Sunnah Thawaf: Setelah menyelesaikan tujuh putaran, dirikanlah shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika kondisi memungkinkan, atau di area mana pun di dalam Masjidil Haram.
  6. Minum Air Zam-zam: Disunnahkan untuk meminum air zam-zam setelah shalat sambil berdoa.

Setelah Thawaf Ifadhah selesai, jemaah haji yang belum melaksanakan sa’i (jika mengambil Haji Tamattu’ atau belum sa’i saat Thawaf Qudum) wajib melanjutkannya.

Kedudukan dan Keutamaan Thawaf Ifadhah

Thawaf Ifadhah memiliki kedudukan yang sangat vital. Jika rukun ini ditinggalkan, maka haji seseorang tidak sah. Pelaksanaan thawaf inilah yang menjadi penanda bagi jemaah untuk melakukan Tahallul Tsani (Tahallul Kedua), yang artinya seluruh larangan ihram telah gugur dan jemaah telah sepenuhnya keluar dari kondisi ihram.

Semoga panduan ini membantu Anda memahami dan mempersiapkan salah satu momen paling sakral dalam perjalanan haji Anda.

Share:
Perencanaan & Persiapan
Panduan Umroh
Panduan Haji
Ziarah