Sahabat Perjalanan, Saat Anda berjalan keluar dari Masjid Nabawi (seringkali melalui gerbang 35 atau 36), Anda akan langsung berhadapan dengan sebuah hamparan pemakaman yang luas dan sederhana, dilingkupi pagar putih. Itulah Jannatul Baqi’.
Ini bukan sekadar pemakaman. Ini adalah “Taman Surga” di bumi, pemakaman tertua dan termulia di Madinah yang sejarahnya dimulai langsung atas pilihan Rasulullah ﷺ.
Apa Itu Jannatul Baqi’ dan Sejarah Singkatnya?
Jannatul Baqi’ (Taman Baqi’) adalah pemakaman utama dan tertua di Madinah, terletak persis di sebelah tenggara Masjid Nabawi.
Sejarahnya dimulai ketika Rasulullah memilih langsung lahan ini sebagai pemakaman bagi kaum Muslimin. Sahabat Muhajirin pertama yang dimakamkan di sana adalah Utsman bin Mazh’un RA. Sejak itu, Baqi’ menjadi tempat peristirahatan bagi sekitar 10.000 sahabat dan keluarga Nabi (Ahlul Bait).
1. Kondisi Baqi’ Sebelum Islam (Era Jahiliyah)
Sebelum Islam dan sebelum hijrahnya Nabi, area Baqi’ bukanlah pemakaman. Itu adalah lahan yang belum terurus.
Lahan Pohon Berduri (Gharqad)
Area ini ditumbuhi oleh sejenis pohon berduri yang dalam bahasa Arab disebut Gharqad (الْغَرْقَد). Karena inilah, dalam banyak hadis, pemakaman ini juga dikenal dengan nama “Baqi’ Al-Gharqad” (Pemakaman yang Ditanami Pohon Gharqad).
2. Titik Balik Sejarah:
Pemilihan oleh Rasulullah ﷺ Kemuliaan Baqi’ dimulai ketika Rasulullah ﷺ memilihnya sebagai tempat peristirahatan abadi kaum Muslimin.
Sahabat Pertama yang Dimakamkan (Utsman bin Mazh’un RA)
Ketika sahabat dari kaum Muhajirin yang pertama kali wafat di Madinah, Utsman bin Mazh’un RA, meninggal dunia, kaum Muslimin bertanya di mana ia akan dimakamkan.
Rasulullah ﷺ memilih Baqi’. Beliau sendiri yang turun ke liang lahad, memakamkannya, dan meletakkan sebuah batu di bagian kepala makam sebagai penanda. Beliau bersabda, “Dia adalah salaf (pendahulu) kita (di pemakaman ini).”
Ibrahim (Putra Rasulullah ﷺ) Dimakamkan di Baqi’
Kemuliaan Baqi’ semakin bertambah ketika putra terkasih Nabi, Ibrahim (yang wafat saat masih bayi), juga dimakamkan di sana. Rasulullah ﷺ sendiri yang memakamkan dan menyiramkan air ke atas makamnya.
- Peristiwa ini mengawali pemakaman Tokoh-tokoh Besar Islam yang Dimakamkan di Baqi’.
3. Evolusi Baqi’: Dari Tanda Batu Menjadi Hamparan Sederhana
Pemandangan Baqi’ yang kita lihat saat ini tidak selalu seperti ini.
Era Keemasan (Makam Bernisan dan Berkubah)
Penting untuk Anda ketahui, dalam catatan sejarah (seperti di era Abbasiyah dan Utsmaniyah), banyak makam tokoh besar di Baqi’ (terutama makam Ahlul Bait) yang dibangunkan kubah, nisan, dan bangunan megah sebagai tanda penghormatan.
Peristiwa Pembongkaran (Kondisi Saat Ini)
Kondisi Baqi’ yang kita lihat sekarang—rata dengan tanah dan hanya ditandai batu-batu kecil—adalah hasil dari peristiwa pembongkaran kubah dan nisan tersebut oleh pemerintahan Arab Saudi (sekitar tahun 1925).
Kebijakan ini didasarkan pada keyakinan mereka untuk memurnikan tauhid, mengembalikan makam ke bentuknya yang paling sederhana sesuai sunnah (menurut pandangan mereka), dan untuk menghindari potensi pengkultusan kuburan (syirik).
- Pemandangan sederhana ini adalah pelajaran agung. Renungi hikmahnya di: Hikmah Kematian dan Ziarah Kubur: Meneladani Kesederhanaan Baqi’.
Solusi Surya Haromain: Memahami Sejarah, Meluruskan Niat
Sahabat Perjalanan, berdasarkan pengalaman kami, banyak jamaah yang bingung. Mereka melihat foto-foto lama Baqi’ di internet yang memiliki kubah-kubah indah, namun mendapati kondisi sekarang rata dengan tanah. Ini menimbulkan pertanyaan.
Muthawif kami akan menjelaskan evolusi sejarah ini secara jujur, proporsional, dan tanpa menghakimi.
Fokus kami adalah: Kemuliaan Baqi’ berasal dari sejarah awalnya (dipilih Nabi dan diisi para sahabat), bukan dari bangunan yang pernah ada di atasnya. Memahami sejarah ini akan meluruskan niat ziarah Anda agar sesuai sunnah.
- Memahami sejarah adalah kunci untuk mempraktikkan Adab Ziarah ke Baqi’: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah Rasulullah ﷺ.
- Untuk panduan utuh, pahami dulu: Makam Baqi’: Taman Surga dan Tempat Peristirahatan Para Sahabat Rasulullah ﷺ.
Pahami sejarah agung Kota Madinah bersama pembimbing yang berilmu. Jelajahi pilihan Paket Umroh Reguler Surya Haromain kami.
Pertanyaan Umum (FAQ)
-
Kenapa Baqi’ disebut Jannatul Baqi’?
Artinya “Taman Baqi'”. Ini adalah sebutan penghormatan. Sebagian ulama menyebutnya Jannah (taman/surga) karena kemuliaan para penghuninya, yaitu para sahabat, keluarga Nabi (Ahlul Bait), dan 10.000 syuhada.
-
Siapa sahabat pertama yang dimakamkan di Baqi’?
Sahabat dari kaum Muhajirin yang pertama kali wafat dan dimakamkan di Baqi’ oleh Rasulullah ﷺ adalah Utsman bin Mazh’un RA.
-
Mengapa makam di Baqi’ diratakan?
Makam (bangunan/kubah) di Baqi’ diratakan oleh pemerintah Arab Saudi pada awal abad ke-20. Ini didasarkan pada keyakinan mereka untuk memurnikan tauhid dan menghindari potensi syirik/pengkultusan kuburan, agar sesuai sunnah (menurut pandangan mereka).