Sahabat Perjalanan, Setelah Anda menyelesaikan Thawaf 7 putaran dan shalat sunnah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim, rukun umroh selanjutnya adalah Sa’i.
Sa’i adalah ibadah yang penuh makna, meneladani perjuangan Siti Hajar. Namun, ibadah ini juga memiliki tata cara dan syarat sah yang harus dipenuhi agar umroh Anda diterima.
Jangan khawatir. Kami akan memandu Anda langkah-demi-langkah tata cara Sa’i yang benar, mudah dipahami, dan sesuai sunnah.
Apa Itu Tata Cara Sa’i? (Ringkasan)
Secara ringkas, Sa’i adalah Rukun Umroh, yaitu berjalan kaki sebanyak 7 kali bolak-balik antara bukit Shafa dan bukit Marwah.
Ada 3 aturan utama yang harus diingat:
- Sa’i wajib dilaksanakan setelah Thawaf yang sah.
- Sa’i wajib dimulai dari bukit Shafa.
- Sa’i wajib berakhir di bukit Marwah.
Ibadah ini meneladani perjuangan Siti Hajar. Sebelum memulai, kami sarankan Anda memahami makna spiritualnya di : Sa’i: Perjalanan Iman dari Shafa ke Marwah dalam Jejak Siti Hajar.
Syarat Sah Sa’i (Wajib Dipenuhi Sebelum Memulai)
Berdasarkan pengalaman kami, banyak jamaah pemula cemas apakah Sa’i mereka sah. Sebagai Pemandu Anda, pastikan 4 syarat ini terpenuhi:
1. Harus Dikerjakan Setelah Thawaf yang Sah
Sa’i tidak boleh dilaksanakan sebelum Thawaf. Anda harus menyelesaikan 7 putaran Thawaf dan shalat sunnah Thawaf terlebih dahulu.
2. Dilakukan 7 Kali Putaran (Yakin)
Hitungan tidak boleh kurang dari 7. Jika Anda ragu di tengah jalan (misal: “Ini putaran ke-5 atau ke-6?”), Anda wajib mengambil hitungan yang paling sedikit (yaitu 5) dan menyempurnakannya.
3. Dimulai dari Shafa dan Berakhir di Marwah
Ini mutlak. Memulai dari Marwah (terbalik) akan membuat putaran pertama Anda tidak dihitung (tidak sah).
4. Dilakukan di Mas’a (Lintasan Sa’i)
Sa’i harus dilakukan di lintasan (galeri) yang sudah ditentukan antara Shafa dan Marwah. Anda tidak boleh keluar dari jalur lintasan Sa’i yang resmi.
- Baca rincian lengkapnya di: Syarat Sah Sa’i dalam Umroh dan Haji.
Panduan Langkah-demi-Langkah Tata Cara Sa’i (Sesuai Sunnah)
Berikut adalah panduan praktis step-by-step yang akan dipandu oleh Muthawif kami:
Persiapan: Menuju Bukit Shafa
- Setelah selesai Thawaf dan shalat sunnah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim, disunnahkan untuk minum air Zamzam.
- Kemudian, berjalanlah menuju bukit Shafa (ada penanda/papan petunjuk “Al-Safa” yang sangat jelas).
Langkah 1: Niat dan Memulai di Shafa
- Saat mendekati Shafa, disunnahkan membaca (QS. Al-Baqarah: 158) “Innas-shafaa wal marwata min sya’aairillah…” (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah).
- Naiklah sedikit ke atas bukit Shafa (atau area tanjakannya) hingga Anda bisa melihat Ka’bah (jika memungkinkan dari posisi Anda).
- Menghadaplah ke Ka’bah, angkat tangan (seperti berdoa), bertakbir 3x, lalu baca doa dan niat Sa’i: “Bismillahi Wallahu Akbar… (Niat Sa’i)…”
Langkah 2: Perjalanan 1 (Shafa → Marwah)
- Mulailah berjalan dari Shafa menuju Marwah. Ini dihitung sebagai Perjalanan Pertama (1).
- Selama berjalan, perbanyak dzikir dan doa. (Tidak ada doa wajib khusus yang harus dihafal).
Langkah 3: Lari-Lari Kecil (Herwalah) di Pilar Hijau (Bagi Pria)
- Di tengah lintasan, Anda akan melihat pilar (atau lampu neon panjang di dinding dan langit-langit) berwarna HIJAU.
- Di antara dua pilar hijau tersebut, disunnahkan bagi jamaah PRIA untuk berlari-lari kecil (herwalah).
- Penting : Jamaah WANITA tidak disunnahkan Cukup berjalan biasa dengan cepat (jika mampu) atau berjalan normal.
Langkah 4: Tiba di Marwah (Hitungan 1 Selesai)
- Setelah melewati pilar hijau kedua, berjalanlah normal hingga tiba di bukit Marwah.
- Naiklah sedikit ke atas bukit Marwah, menghadap ke arah Ka’bah, lalu bertakbir dan berdoa seperti yang Anda lakukan di Shafa.
- Selamat, Perjalanan 1 Anda telah selesai.
Langkah 5: Perjalanan 2 (Marwah → Shafa)
- Sekarang, mulailah berjalan kembali dari Marwah menuju Shafa. Ini dihitung sebagai Perjalanan Kedua (2).
- (Bagi Pria) Lakukan herwalah (lari kecil) lagi saat bertemu pilar hijau.
- Tiba di Shafa, lakukan hal yang sama: menghadap Ka’bah, bertakbir, dan berdoa.
Langkah 6: Menyelesaikan 7 Putaran (Berakhir di Marwah)
- Ulangi terus proses ini.
- Mengatasi Kebingungan Hitungan: Ini adalah cara menghitung yang benar agar Anda tidak ragu:
- Perjalanan 1: Shafa → Marwah
- Perjalanan 2: Marwah → Shafa
- Perjalanan 3: Shafa → Marwah
- Perjalanan 4: Marwah → Shafa
- Perjalanan 5: Shafa → Marwah
- Perjalanan 6: Marwah → Shafa
- Perjalanan 7: Shafa → Marwah
- Perjalanan terakhir (ke-7) Anda PASTI akan berakhir di bukit Marwah.
Langkah 7: Berdoa di Marwah (Setelah Putaran ke-7)
- Setelah tiba di Marwah pada putaran ketujuh, ibadah Sa’i Anda sudah selesai. Anda tidak perlu kembali lagi ke Shafa.
- Berdirilah menghadap Ka’bah dan tutup ibadah Sa’i Anda dengan doa syukur.
Langkah 8: Tahallul (Mencukur Rambut)
- Setelah Sa’i selesai, Anda bisa keluar dari area Mas’a (tempat Sa’i) untuk melakukan rukun terakhir, yaitu Tahallul (mencukur/memotong rambut).
- Lihat panduan lengkapnya di: Panduan Cukur dan Tahallul: Rukun Terakhir Umroh.
Bacaan Apa yang Dibaca Saat Sa’i?
Kabar Baik : Tidak ada doa wajib yang spesifik yang harus Anda hafal untuk setiap putaran.
- Jika Anda tidak hafal doa apa pun, Anda boleh (dan sangat baik) berdzikir (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar) atau berdoa apa saja (meminta rezeki, ampunan, kesehatan) dalam bahasa Indonesia. Allah Maha Mendengar.
- Bacaan Sunnah:
- Doa yang dianjurkan dibaca saat berada di atas bukit Shafa/Marwah (saat menghadap Ka’bah).
- Doa yang dianjurkan dibaca di antara 2 pilar hijau (Rabbighfir warham, wa antal a’azzul akram).
- Untuk daftar lengkap bacaan dan doa yang dianjurkan, lihat: Doa dan Dzikir Selama Sa’i antara Shafa dan Marwah.
Waspada! Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Sa’i
Sebagai Pemandu Anda, kami wajib mengingatkan:
- Salah Menghitung (Fatal): Menganggap Shafa → Marwah → Shafa (bolak-balik) adalah 1 putaran. Ini salah besar dan membuat Sa’i Anda kurang (tidak sah). Yang benar: Shafa → Marwah = 1 putaran.
- Lari (Herwalah) di Seluruh Perjalanan: (Yang benar: Herwalah hanya di antara dua pilar hijau, dan hanya untuk pria).
- Memulai dari Marwah: (Yang benar: Wajib dimulai dari Shafa).
- Terlalu Sibuk Mengobrol/Selfie: Sehingga lupa esensi ibadah (mengenang Siti Hajar) dan lupa hitungan.
- Pelajari lebih rinci agar terhindar: Kesalahan Umum Jamaah Saat Melakukan Sa’i (dan Cara Menghindarinya).
Solusi Surya Haromain: Bimbingan Sa’i yang Khusyuk dan Sesuai Sunnah
Berdasarkan pengalaman kami, jamaah pemula (terutama dalam rombongan besar) sering was-was (ragu) soal hitungan dan bacaan.
Inilah peran krusial Muthawif (pembimbing) kami. Tim Muthawif Surya Haromain akan memimpin rombongan secara kolektif, memastikan hitungan 7 putaran Anda sempurna, dan memandu bacaan doa bersama.
Ini akan menghilangkan keraguan Anda. Anda bisa fokus 100% pada ibadah, merenungi makna Sa’i, tanpa cemas “apakah ibadah saya sah?”. Bagi yang membawa lansia, Muthawif kami juga akan memandu cara penggunaan fasilitas Mas’a.
- Lihat panduan: Sa’i dengan Kursi Roda dan Skuter Listrik.
Memahami tata cara adalah kunci sahnya ibadah. Merasakan maknanya adalah kunci kekhusyukan.
Dapatkan keduanya—panduan ibadah yang sah dan bimbingan yang khusyuk—bersama Muthawif kami yang berilmu dan amanah.
Lihat Paket Umroh Reguler kami, atau jelajahi semua Pilihan Paket Umroh yang telah kami siapkan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
-
Berapa total jarak 7 putaran Sa’i?
Satu kali perjalanan dari Shafa ke Marwah adalah sekitar 450 meter. Total 7 kali perjalanan bolak-balik adalah sekitar 3,15 kilometer. Inilah mengapa persiapan fisik (latihan jalan kaki) penting.
-
Apakah wanita juga lari-lari kecil (herwalah) di pilar hijau?
Tidak. Menurut jumhur ulama, herwalah (lari-lari kecil) hanya disunnahkan untuk jamaah pria. Jamaah wanita cukup berjalan biasa di seluruh lintasan Sa’i.
-
Apakah harus punya wudhu saat Sa’i?
Menurut pendapat mayoritas ulama (Jumhur), wudhu tidak menjadi syarat sah Sa’i (berbeda dengan Thawaf yang mewajibkan wudhu). Namun, sangat dianjurkan (afdhal/lebih utama) untuk melaksanakan Sa’i dalam keadaan suci (memiliki wudhu) untuk kesempurnaan ibadah.